I'm sorry

Aku hanya ingin berucap : I'm sorry...
Berat memang mengatakannya
Tapi aku tak punya pilihan lain

Kali ini aku hanya ingin menyampaikan : I'm sorry
Jika terpaksa aku tak datang
dan bersilaturrahim ke rumahmu

Tabung elpiji 3kg

Entah sudah berapa kali aku mendengar berita tentang tabung elpiji 3 kg yang meledak dan memakan korban. Yang terakhir aku dengar adalah pemilik kantin kantorku juga menjadi korban ledakan tabung elpiji 3 kg itu. Untung saja, luka yang dialaminya tidak serius. Namun begitu, rasa was-was itu tetap ada. Apalagi sekarang setiap rumah (di lingkunganku) telah mempunyai tabung itu. Takutnya kalau meledak, bukan hanya satu rumah yang menjadi korbannya... tapi beberapa rumah. Namanya tinggal di komplek perumahan, rumahnya sudah gandeng semuanya. Kalau satu terbakar... maka akan dengan mudah merembet ke tetangga-tetangganya. Iih... ngeri.

Bertetangga dengan stasiun radio

Sudah selama 8 tahun aku tinggal di komplek perumahan, setelah sebelumnya aku dan suami masih numpang di rumah ortu. Komplek perumahan-ku ini berdekatan dengan sebuah radio swasta yang cukup terkenal di kotaku. Kebetulan, yang paling dekat dengan stasiun radio itu adalah blok tempatku tinggal. Bahkan.., tower (pemancar) dari stasiun radio itu tak jauh dari rumahku (hanya berjarak kurang lebih 8 meter).


Pada awal-awal bertetangga dengan stasiun radio itu, ada rasa was-was dalam hatiku, terutama jika ada petir dan angin besar. Maklum saja..., tower dari stasiun radio itu tinggi sekali (kurang lebih 70 meter !). Jadi selalu ada rasa khawatir jika sewaktu-waktu tower itu ambruk terkena petir atau angin. Namun lama-lama aku mulai bisa 'cuek'... soalnya capek juga kalau terus menerus merasa khawatir dan was-was.


Update...

Sebenarnya, aku kemarin sudah ingin sekali update blog. Namun keinginan itu terpaksa aku tunda, karena aku sibuk 'membenahi' Blog "The Others..."-ku yang tiba-tiba error. Meskipun sudah 2 hari aku otak-atik blog itu.., tapi penyakitnya belum ketemu juga sampai kemarin malam. Sampai-sampai waktuku untuk blogging pun tersita.

Setelah tadi siang ~di kantor~ aku berhasil mengganti template blog "The Others.."-ku... tapi aku belum bisa langsung update blog ini maupun blogwalking. Aku malah sibuk 'membenahi' blog baruku dan memasang kembali beberapa widget yang sempat hilang. Ternyata mengganti template blog bukan perkara sederhana bagiku... (^_^)

Oleh-oleh cuti (2)

Setelah sebelumnya aku berbagi sedikit tentang oleh-oleh cutiku, maka kali ini aku akan menuntaskan membagi oleh-oleh cuti itu. Supaya aku tak lagi punya hutang janji pada sahabat semua. Kalau teman-teman kantor dan tetanggaku sudah mendapat bagian oleh-oleh jenang, sale pisang dan lain-lain... maka teman-teman dari dunia maya cukup mendapatkan oleh-oleh cerita saja ya ?

Sebenarnya dari awal berangkat ke Pacitan, Shasa sudah bilang ingin ke Gua. Rupanya, pengalamannya masuk ke Gua Tabuhan di Pacitan setahun yang lalu membuatnya terkesan, dan dia ingin ke Gua Gong. Namun terpaksa kali ini kami tak dapat memenuhi keinginan Shasa untuk masuk ke Gua Gong. Penyebabnya adalah, kami khawatir saat kami sedang berada di dalam gua, tiba-tiba ada gempa. Sebab, pada hari Kamis pagi, sebelum kami sampai di Pacitan, ternyata Pacitan kembali dilanda gempa. Tentu saja, berita itu membuat kami khawatir juga kalau harus masuk ke gua. Untung saja, setelah diberi penjelasan, Shasa mau mengurungkan niatnya ke Gua Gong.


Oleh-oleh cuti (1)

Akhirnya setelah menjalani cuti selama 3 hari dan berlibur ke Pacitan selama 4 hari, aku kembali ke rutinitasku. Kemarin sore, aku sudah kembali ke Madiun lagi. Sebenarnya aku ingin langsung posting tentang oleh-olehku selama cuti di Pacitan, seperti yang aku janjikan sebelumnya. Namun, terpaksa kutunda dengan 2 alasan.

Alasan pertama adalah aku merasa kurang enak badan, setelah sempat kehujanan beberapa kali. Tenggorokanku sudah merasa serak, badan terasa "nggreges" dan kepala sedikit pusing. Makanya, aku memilih tidur saja kemarin dan melupakan niat untuk blogwalking plus blogging.

Cuti

Akhirnya aku bisa juga ambil cuti setelah sekian lama terbenam dengan kesibukan kantor. Mumpung Shasa libur sekolah selama seminggu, maka aku dan suami ambil cuti sekalian. Kami ingin menikmati libur bersama dengan Shasa.

Aku cuti mulai tanggal 27 Januari sampai dengan 29 Januari 2010. Hari pertama cuti, kemarin, aku lalui di rumah saja. Aku bisa beres-beres rumah dan memasak bersama Shasa. Tentu saja tak lupa blogging.... hehehe.

Perayaan ulang tahun

Gambar diambil dari sini

Dua hari yang lalu adalah hari ulang tahunnya yang ke tiga puluh sembilan. Namun, sejak dua hari sebelumnya dia telah mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari teman-temannya. Bahkan hari inipun, dua hari setelah hari ulang tahunnya, ucapan selamat ulang tahun itu masih saja dialamatkan padanya. Maklum saja, dia boleh dibilang sebagai "panutan" dalam kelompoknya. Masih muda, cantik, sukses dan kaya... So, mencari teman bukanlah persoalan sulit baginya.

Dari sekian banyak ucapan selamat ulang tahun yang diterimanya, 75 % di antaranya juga menanyakan kapan dia akan merayakan hari istimewa itu. Merayakan disini berarti adalah mengundang mereka untuk pesta (baca : makan-makan secara gratis). Sebenarnya kalau semua permintaan teman-remannya itu dituruti, bisa-bisa menguras semua uang belanja bulanannya.




Bingung


Malam ini aku bingung kawan. Penyebabnya bukanlah masalah yang rumit bin berat. Bukan pula masalah yang sulit dicari jalan pemecahannya. Sebenarnya masalahnya hanya sederhana saja, hanya memilih satu di antara dua. Tapi entah mengapa sempat membuatku bingung menentukan pilihan.


Jika saja aku tak harus memilih salah satu diantaranya. Jika saja aku dapat memilih dua-duanya. Namun sayangnya, aku tak punya banyak waktu untuk mengambil dua-duanya. Jadi mau tak mau, aku harus memilih satu diantaranya. Ikut bingung..? Janganlah kawan, cukup aku saja yang bingung, dan kalian cukup mendengarkan celotehku ini saja. Supaya aku dapat menuntaskan kebingunganku ini.

Perempuan dan permasalahannya

Buku Perempuan Kedua yang ditulis oleh Labibah Zain terdiri dari kumpulan 13 cerita pendek. Semuanya berkisah tentang perempuan dan segala permasalahannya termasuk bencana alam yang pernah melanda Indonesia. Permasalahan yang bisa terjadi pada siapa saja. Permasalahan yang terjadi di sekitar kita. Permasalahan seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dan... sebagai bagian dari komunitas perempuan, sang penulis memiliki kemampuan untuk menyuarakan isi hati dan pikiran sesamanya.

Secara keseluruhan, ada perasaan trenyuh setelah aku menyelesaikan buku tersebut. Buku yang mengusung beragam ide yang sarat dengan kepahitan hidup itu telah berhasil mengaduk-aduk emosiku. Ada rasa marah, sedih, gemas, kecewa, nelangsa dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, inilah detilnya :